Bagus :)
setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, setiap detik adalah kesempatan.

untuk mengakhiri nya dengan baik-baik saja,
itulah tujuan lain yang tersembunyi dari kesempatan kedua.

Pengamatan di Balik Lensa



Bismillah,..
Kejadian ini sudah lama kunanti.Sudah menjadi hal yang lumrah aku lakukan.Mengamati matahari terbit setiap detiknya sampai tak tertinggal satu kedipan mata.
Hanya sebentar,hitunganya hanya beberap menit..
Amati saja  pergerakkan keatas sedikit demi sedikit :))

Sebelum keluar
 

Sedikit....
 

Semakin keatas
 

Dan taraaaa… keluar dari persembunyian :D
 





Itu sedikit gambaran yang sering aku lihat di rumah,jika ada niatan sedikit saja.Daerah tinggi dan sawah lebih memukau lagi,percaya deh!.. ^^
Kehidupan desa yang natural.Suasana yang masih asri.Dan banyak hal yang jarang kita amati..

Kamu,makin cantik :)



Jangan menafsirkan judul terlalu dini!.. ndak baik. :) 
Ini bukan karena aku narsis,salah besar, tak pernah ada pemikiran untuk pujian yang Hmmm..
Memang,jika perempuan di puji seperti kalimat diatas,serasa saat itu ter sihir.sampai-sampai rasanya melayang-melayang*alay..hehehe

Kenyataan di lapangan memang seperti itu..Kalaupun ada kaca yang di bawa.detik itupun pasti langsung melihat dan memastikan keelokan wajahnya.. ckckck(maaf,sedikit membuka rahasia para wanita)

Kira-kira semua berawal dari hal ini…..
Jum`at pagi hari dimana seluruh perempuan di kelasku berpenampilan tak biasa..
Senang rasanya jika perubahan itu  berlangsung lama.
Tapi,untuk saat ini aku sudah merasa senang walaupun hanya sehari setiap minggu.
Melihat teman-temanku menggunakan hijab yang menutupi rambut indah-indah mereka.Membuat suasana kelas berbeda.Teringat waktu sekolah di MIN.
Hal ini merupakan dasar syarat yang wajib jika akan mengikuti pelajaran agama.tak ada alasan.tak ada dispensasi.semua patuh.

Dalam hal ini guru agamaku sebenarnya sudah berkali-kali mengingatkan teman-teman untuk segera menutup aurat.Mereka sudah baligh.Mulai dari anjuran yang diperintahkan agama, dan hal-hal lainya yang berhubungan.Tapi,apa daya masih belum dapat hidayah.
Harapan besar guruku mungkin dengan cara pembiasaan seperti ini mereka akan terbiasa dengan sendirinya.

Ternyata pembiasaan  ini cukup berpengaruh pada teman-temanku kelas XI yang lalu.
Satu demi satu memproklamasikan kepada teman-teman jika dirinya akan mengenakan jilbab.Aku sambut senang akan hal itu.Alhamdulillah..

Saat mereka berubah,sudah mulai memanjang semua pakainya..
Wah...makin senang aku melihat kemajuan itu.
Pakaianya mulai disisihkan satu persatu.Berubah pelan-pelan..

Kadang jika kujumpai mereka aku katakan..
Wah,sekarang kamu makin cantik ya.. :D
Mereka hanya tersipu malu..
Ah..perempuan memang suka dengan pujian.Tapi beneran aku ndak bohong,mereka tambah cantik :D.

Dengan perubahan yang diawali secara fisik secara berlahan perubahan itu makin nampak pada akhlak juga.
Sebagai teman aku hanya bisa mengarahkan saja jika mereka bertanya.
Semoga untuk ke depanya aku benar-benar melihat sosok yang muslimah sejati.InsyaAllah

 

Pengambilan artikel tersebut adalah melatar belakangi sebuah kebiasaan keluargaku.
Sempat khawatir akan hal itu.Apa baik jika kita mengkonsumsi teh setiap hari dan dalam jangka waktu yang cukup lama?
Karena kudengar dari banyak orang.teh memang bagus,tapi ada juga bilang tidak baik
Akhirnya kuputuskan mencari sebuah jawaban.
setidaknya memperkuat presepsiku akan hal itu..

REPUBLIKA.CO.ID,Orang yang secara rutin meminum teh dan kopi dapat secara mencolok mengurangi risiko terserang sakit jantung, dan lebih kecil kemungkinan menjadi pembawa "superbug" MRSA. Para peneliti telah mendapati bahwa konsumsi kedua minuman tersebut dalam jumlah sedang dapat mengurangi kemungkinan orang menemui ajal akibat serangan jantung sampai seperlima.

Sementara itu, dari lebih 5.500 orang Amerika yang ikut dalam satu studi pemerintah yang disiarkan di Annals of Family Medicine, mereka yang meminum kopi atau teh panas sekitar separuh lebih mungkin --dibandingkan dengan orang yang meminum keduanya-- untuk terinfeksi Staphylococcyus aureus (MRSA) yang tahan methicillin di lubang hidung mereka.
Pada saat yang sama, risiko penyakit lain seperti stroke tak terlihat meningkat pada orang yang meminum kopi dan teh. Namun apa yang sebenarnya terjadi masih belum jelas. "Kopi dan teh panas telah diketahui memiliki kandungan anti-mikroba," tulis pemimpin peneliti Eric Matheson, dari University of South Carolina Charleston, sebagaimana dikutip Reuters Life!
"Konsumsi kopi atau teh panas berkaitan dengan kemungkinan lebih rendah bagi orang untuk membawa MRSA nasal," katanya. Secara umum, sebanyak satu persen penduduk AS membawa MRSA di hidung atau kulit mereka, tapi tidak jatuh sakit.
Gagasan buat studi itu muncul dari kenyataan bahwa, di piringan laboratorium dan pada manusia, ekstrak teh telah memiliki sebagian kegiatan anti-MRSA, kata Matheson. Namun kurang banyak studi telah dilakukan pada kandungan kopi, tapi di dalamnya juga ada bukti kekuatan anti-bakteri.
Tim Matheson mendapat bahwa, tentu saja, lebih kecil kemungkinan bagi peminum kopi dan teh untuk menjadi pembawa MRSA. Secara keseluruhan, 1,4 persen kelompok studi tersebut memiliki bakteri di hidung mereka. Tapi mereka memiliki kemungkinan sekitar 50 persen lebih kecil untuk terserang penyakit dibandingkan dengan orang yang tidak meminum kopi atau teh.
Meskipun begitu, yang menjadi masalah ialah kaitan itu tak membuktikan bahwa kopi atau teh adalah alasan bagi resiko yang lebih rendah, kata Matheson. Studi itu memperlihatkan hubungan antara keduanya, "tapi kita tak pernah bisa menyimpulkan sebab-akibat dari suatu hubungan. Saya tak bisa memberi tahu anda bahwa temuan ini bukan cuma kebetulan", katanya.
Para peneliti tersebut berusaha memperhitungkan beberapa faktor lain, seperti usia, penghasilan atau kesehatan yang berkaitan dengan diri peserta, tapi minuman itu masih berkaitan dengan kemungkina lebih rendah untuk menjadi pembawa MRSA. "Temuan kami meningkatkan kemungkinan mengenai metode baru yang menjanjikan untuk menurunkan kemungkinan menjadi pembawa MRSA nasal yang aman, tidak mahal dan mudah didapat," tulis Matheson.
Satu masalah ialah sekalipun peminum kopi dan teh memang memiliki risiko lebih rendah untuk membawa MRSA, apakah itu membuat mereka menghadapi kemungkinan lebih kecil untuk jatuh sakit. Matheson mengatakan juga masih menjadi perdebatan apakah pembawa MRSA menghadapi risiko lebih besar untuk terserang infeksi aktif.
Untuk saat ini, Matheson tak sampai menyarankan agar orang mulai minum kopi atau teh dengan harapan dapat mencegah MRSA. "Berdasarkan satu studi yang berhubungan, itu barangkali akan terlalu berlebihan," katanya.
Sebelumnya, Dr. Yvonne van der Schouw, profesor mengenai penyakit kronis di University Medical Center Utrecht, Belanda, pernah mengatakan, "Hasil penelitian kami mendapati manfaat dari meminum kopi dan teh muncul tanpa peningkatan resiko strok atau kematian akibat semua sebab."
Untuk penelitiannya, tim Dr. Yvon van der Schouw meneliti konsumsi kopi dan teh di kalangan 37.514 orang, dan mengikuti perkembangan para peserta tersebut selama 13 tahun guna memantau sakit jantung dan kematian. Mereka mendapai teh memiliki dampak terbesar pada penyakit jantung tapi konsumsi kopi juga memiliki manfaat.
Redaktur: Krisman Purwoko
Sumber: antara/reuters life!

 
Berani membiasakan?
Semoga artikel diatas dapat bermanfaat. 



Memposting artikel ini sebernanya tertarik juga dari judulnya..
Apakah kita termasuk di dalamnya????
Yuk,coba kita menelaah hasil peneletian di bawah ini..


Sebuah survei yang dilakukan terhadap remaja di Cina menemukan, remaja yang kecanduan internet, kemungkinan melukai diri sendiri hingga dua kali lipat  dibandingkan remaja lainnya.

Survei yang dilakukan terhadap 1.618 remaja berusia 13-18 tahun yang tinggal di kota Guangzhou, Provinsi Guandong itu menemukan, sekitar 16 persen dari remaja itu mengaatakan mereka menyakiti dirinya dengan berbagai cara selama enam bulan terakhir. Sementara itu, 4,5 persen lainnya mengatakan mereka menyakiti diri sendiri sekurang-kurangnya enam kali selama enam bulan.

Menyakiti diri sendiri yang dilakukan remaja itu didefinisikan antara lain termasuk menarik rambut, memukul, membakar dengan sengaja dan mencubit.

Penelitian itu kemudian dipublikasikan pada journal Injury Preventioan. Para peneliti menekankan, sekitar 90 persen dari peserta studi adalah pengguna normal internet, sementara sisanya yaitu 10% tergolong kecanduan sedang dan 0,6 persen kecanduan berat.

Para remaja yang kecanduan biasanya mengalami masalah emosional seperti depresi atau gugup ketika mereka tidak terhubung internet. Mereka akan merasa lebih baik saat kembali menggunakan internet. Demikian dituturkan oleh peneliti dalam jurnal tersebut. Dikatakan juga, remaja yang kecanduan juga berfantasi atau mampu berpikir ketika sedang terhubung internet. Setelah menyesuaikan statistik dengan pengaruh potensial dengan faktor lain seperti kelainan kesehatan, para peneliti menemukan, remaja yang kecanduan internet memiliki kemungkinan dua kali lipat melukai diri sendiri. Ketika mereka melakukannya, cenderung lebih serius dibanding remaja lainnya. healthday/rin
Redaktur:

 
 
Semoga bermanfaat :)
Ada hal yang bisa kita ambil dari sini..sesuatu yang berlebihan memang tidak baik.
Gunakan segala sesuatu lebih baik sesuai porsinya dan manfaatnya