Shalat bukanlah sebuah ritual yang hanya di tujukan untuk kehidupan akhirat seorang muslim. Tetapi dia juga sebuah ibadah yang sangat erat hubungannya dengan kehidupan dunia muslim itu sendiri. Shalat dapat mencegah pelakunya dari perbuatan keji dan munkar , bahkan sangat berpengaruh terhadap prilakunya. Shalat adalah cermin bagi perbuatan seorang hamba. Baik buruk amal seseorang sangat bergantung dari shalatnya. Di samping itu , pengaruh shalat sangat berpengaruh terhadap kejujurannya dalam bermuamalah, melaksanakan amanah, berbuat baik kepada tetangga, akhlak , mementingkan orang lain , dan tidak menyakitinya. Pada akhirnya akan terwujudlah sebuah kebahagiaaan dan keselarasan di dalm sebuah rumah dan keluarga , dijalan dan masyarakat.
Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla Menghadapkan WajahNya Kepada Orang yang sedang Melakukan Shalat.Dari Al Harits bin Al Harits Al – Asy'ari ra, ia berkata : Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam bersabda :
'' Sesungguhnya Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla memerintahkan Yahya bin Zakariya dengan lima kalimat …… lalu Yahya berkata : '' Sesungguhnya Allah memerintahkan kepadaku dengan lima kalimat yang harus aku lakukan dan kamu sekalian lakukan….. dan sesungguhnya Allah memerintahkan kalian untuk melakukan shalat , karena itu jika kalian sedang shalat janganlah berpaling , sesungguhnya Allah menghadapkan wajahNya kepada seorang hamba selama dia tidak berpaling,'' ( HR At Tirmidzi , beliau berkata : '' hadist ini hasan shahih ).
Karena itu sudah seharusnya seorang muslim memberikan perhatian penuh kepada shalat. Karena itu ada empat hal yang pokok yang Insya Allah kalau kita melaksanakannya akan mempunyai pengaruh kepada kita dalam kekhusyu'an shalat.
I. Semampu Mungkin melaksanakan Shalat sesuai Dengan tuntunan Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam.Hal itu bisa terwujud dengan meneliti bab shalat di dalam buku hadits dan fikih , karena itu ketika seorang hamba Muslim sedang melakukan shalat dengan memenuhi tata cara , rukun – rukun dan wajib – wajibnya, maka dia akan merasakan bahwa dia sedang berjalan di atas petunjuk Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam.
karena tidak ada lagi perbuatan yang paling di cintai selain mengikuti Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam dan tidak ada jalan lain untuk mendapatkan ridha Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla kecuali dengan mengikuti jalannya.
Di dalam riwayat Malik bin al-Huwairits ra dari Nabi shallallaahu 'alaihi wassalam beliau bersabda :
'' Lakukanlah shalat sebagaimana kalian melihatku shalat'' ( HR Bukhari / 631 ).
II. Menjaga Kekhusyu'an Di Dalam Shalat.Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla berfirman :
''Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, ( yaitu ) orang – orang yang Khusyu' dalam shalatnya. ( S Al Mu'minun 1-2 )Kekhusyu'an ini bisa di peroleh dengan berbagai hal. Sebagian ada di dalam shalat itu sendiri dan sebagian yang lain di luar shalat :
1. Mengingat Kematian.Dari Anas ra, ia berkata : Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam bersabda :
'' Ingatlah kematian ketika anda sedang melakukan shalat, karena jika seseorang mengingat kematian ketika melakukan shalat , niscaya dia akan melakukan shalat dengan baik, lakukanlah shalat seperti orang yang tidak menyangka bahwa dia akan melakukan shalat yang lain ( karena meninggal ), dan jauhilah segala alasan yang menghalanginya'' (HR Al Dailami di dalam kitab musnad al – Firdaus) Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam memerintahkan seorang muslim untuk melaksanakan shalat dengan selalu mengingat kematian di dalam shalatnya. Hal itu bisa menyebabkan dia akan melakukan shalat dengan baik , kematian menimbulkan rasa takut dalam jiwa, dan dengan kematian pula semua amal akan di tutup.
Dan ada ketakutan menghadap Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla dengan membawa dosa sebanyak itu, yang memberati punggungnya.
Sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam:
'' Lakukanlah shalat seperti shalat perpisahan seakan akan kamu melihat Allah , jika kamu tidak melihatNya, maka Allah sesungguhnya melihatmu.'' ( HR At Thabrani di dalam kitab al Ausath, al Baihaqi dan yang lainnya)
2. Merenungkan Makna kalimat yang Ada di Dalam Shalat.Ketika seorang hamba sedang mengucapkan ,'' Allahu Akbar '', dia kan selalu membayangkan makna kalimat tersebut dan segala sesuatu yang menyangkut keagungan-Nya, ketika dia meminta perlindungan , dia akan selalu memikirkan makna yang terkandung dalam perlindungan tersebut , yaitu berharap dan memohon perlindungan kepada Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla yang Maha Mendengar , yang Maha Tahu , Dia-lah yang tahu apa yang di bisikkan syaitan.
Dalam hal ini kita di tuntut untuk membuka buku – buku tafsir dan perkataan para ulama.
3. Meninggalkan Maksiat.Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla Berfirman :Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah[767]. Sesungguhnya Allah tidak merobah keadaan sesuatu kaum sehingga mereka merobah keadaan[768] yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap sesuatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia.
[767]. Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya. Dan yang dikehendaki dalam ayat ini ialah malaikat yang menjaga secara bergiliran itu, disebut malaikat Hafazhah. [768]. Tuhan tidak akan merobah keadaan mereka, selama mereka tidak merobah sebab-sebab kemunduran mereka. Kemaksiatan merupakan penghalang yang merintangi kekhusyu'an dalam shalat.
Memperbanyak kebaikan bisa menjadikan shalat lebih baik dan lebih khusyu', di antaranya adalah , sayang kepada anak yatim , mengusap kepalanya dan memberi makan.Sabda Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam ;
'' Jika anda ingin memiliki hati yang lembut, maka berilah makan orang miskin dan usaplah kepala anak yatim'' ( HR Ahmad , lihat ash Shahihah / 854 )
4. Tidak Banyak Tertawa , Karena Akan Mematikan Hati dan Kekhusyu'annya.Sebagaimana yang di ungkapkan dalam sebuah hadits :
'' Janganlah banyak tertawa , karena banyak tertawa itu menjadikan hati mati'' ( HR Ahmad , Tirmidzi dan yang lainnya ).
Tertawa banyak di sebabkan dari hal - hal yang lucu, kalau hal itu teringat pada waktu shalat , akan dapat merusak kekhusyu'an shalat.
5. Tidak Terlalu Sibuk dengan Urusan Dunia.Tidak diragukan bahwa kesibukan tersebut akan mengurangi perhatian terhadap akhirat. Ambillah dunia secukupnya , jika anda sukses di dalam bisnis tertentu , sebaiknya tidak usah sibuk di dalam bisnis lain yang dapat menghilangkan konsentrasi pikiranmu dan melupakan hak Rabb-mu, juga melupakan hak dirimu sendiri, istri dan keluarga.
6. Banyak Membaca Al Quran dan Doa – doa yang Diajarkan Oleh Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam.Karena semuanya itu akan melembutkan hati dan menjauhkannya dari syaitan.
7. Bersegera Untuk Mengerjakan Shalat.Sehingga tidak menjadikan dia berlari karena tidak ingin ketinggalan berjama'ah , yang pada akhirnya dia akan melaksanakan shalat dalam keadaan tidak tenang.
Dari Abu Qatadah ra , ia berkata : Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam bersabda :
'' Jika kalian akan mengerjakan shalat, maka kalian harus mendataanginya dengan tenang , janganlah mendatanginya sambil berlari ,apa yang kamu peroleh lakukanlah dan apa yang terlewatkan sempurnakanlah. ( HR Bukhari / 908 dan Muslim / 603 )
8. Merapatkan dan meluruskan shaf ( barisan )Dari Abu Mas'ud ra ia berkata : ''adalah Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam mengusap pundak pundak kami dengan berkata :
'' Luruskanlah shaf kalian dan janganlah berselisih sehingga hati kalian akan berselisih,'' ( HR Muslim / 432 )
Jadi bengkoknya shaf akan mengakibatkan permusuhan dan pertentangan hati, kekurangan iman dan hilangnya kekhusyu'an.
Sebagaimana lurusnya sebuah shaf termasuk sebagian dari kesempurnaan shalat.
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam bersabda :
'' Karena lurusnya shaf itu sebagian dari kesempurnaan shalat.'' ( HR Muslim / 433 )
III. Melaksanakan Pada Waktunya Dengan Tidak Mengakhirkan Atau MelewatiAllah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla Berfirman :Maka apabila kamu telah menyelesaikan shalat(mu), ingatlah Allah di waktu berdiri, di waktu duduk dan di waktu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa aman, maka dirikanlah shalat itu (sebagaimana biasa). Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman. ( S An-Nisaa ;103 ) Al Bukhari berkata : '' Maksudnya adalah waktu – waktu yang telah di tentukan kepada mereka.''Dari Abu 'Amr asy-Syaibani, ia berkata : '' Pemilik rumah ini – beliau mengisyaratkan kepada rumah Abdullah- berkata : '' Aku bertanya kepada Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam, apakah amal yang paling di cintai Allah ? '' shalat pada waktunya'' jawab beliau . ''Kemudian apalagi ?'' Tanya Abdullah. Rasulullah menjawab :'' Berbuat baik kepada kedua orang tuanya''. Abdullah bertanya lagi : '' Kemudian apalagi ?'' . ''Jihad di jalan Allah ''. Jawab Rasulullah. Abdullah berkata : '' demikianlah Rasulullah menyampaikan kepadaku, seandainya aku menambah pertanyaan lagi, niscaya Rasulullah menambah jawabannya''. ( HR Bukhari /527 dan Muslim / 85 ) Dari 'Ubadah bin ash-Shamit ra , ia berkata : ''Aku bersaksi bahwasannya aku mendengar Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam bersabda :
'' Lima shalat yang di wajibkan oleh Allah kepada hambaNya , siapa saja yang melakukan wudhu'nya dengan baik , dan melakukan shalat tersebut pada waktunya dengan menyempurnakan ruku'nya , sujudnya , dan kekhusyu'annya , maka Allah berjanji untuk memberikan ampunan kepadanya , dan siapa saja yang tidak melakukannya , maka tidak ada janji dari Allah sama sekali baginya. Jika Allah menghendaki , maka Dia mengampuninya , dan jika menghendaki Dia menyiksanya.'' ( HR Malik, Abu Dawud , An Nasa-I dan Ibnu Hibban ).
IV. Selalu Melaksanakan Shalat Dengan Berjama'ah.Allah subhanallaahu wa ta'ala, 'azza wa jalla Berfirman :Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'[44].
[44]. Yang dimaksud ialah: shalat berjama'ah dan dapat pula diartikan: Tunduklah kepada perintah-perintah Allah bersama-sama orang-orang yang tunduk. Dari Abud darda ra , ia berkata ; Rasulullah shallallaahu 'alaihi wassalam bersabda ;
'' Tidaklah tiga orang tinggal di kampong atau gurun yang mereka tidak mendirikan shalat jama'ah , kecuali mereka itu telah di kuasai syaitan , maka kamu harus shalat berjama'ah, karena srigala itu hanya memakan domba yang sendirian jauh dari kelompoknya.'' ( HR Ahmad dan Abu Dawud di dalam shahiih Sunan Abi Dawud / 511 ). Ibnu Katsir rahimahullah di dalam kitab Tafsiir –nya berkata : ''Allah memerintahkan mereka untuk melakukan ruku' dengan orang – orang yang selalu melekukannya dari ummat Muhammad . Jadilah kalian bersama mereka dari mereka . Dengan ayat ini kebanyakan ulama berdalil atas wajibnya shalat berjama'ah
Semoga membawa manfaat.Di rangkum Abu Aufa dari kitab : Ash – Shalaah wa Atsaruha fii Ziyaadati Al – imaaan wa Tahdziibi Al Nafsi , Penulis Husain bin 'Audah Al – 'Awayisyah , di terjemahkan Beni Sarbeni