Peran Ilmu Dalam Kehidupan Sehari-hari
Diposting oleh uni di 05.54
Bumi tanpa cahaya matahari akan hampa dan kehidupan akan binasa. Begitulah ibarat hati manusia,
tanpa cahaya ilmu hati akan sakit dan mati. Di dalam hati seorang yang sakit,
terdapat dua kecintaan dan dua penyeru. Kecintaan terhadap syahwat-syahwat, mengutamakannya dan semangat untuk melampiaskannya.
Terdapat hasad, sombong, bangga diri, suka popularitas dan suka membuat kerusakan di muka bumi dengan kekuasaannya.
Dia akan diuji di antara dua penyeru kepada Allah dan Rosul-Nya serta negeri akhirat dan penyeru kepada kenikmatan dunia yang fana.
Maka dia akan menjawab seruan itu mana yang paling dekat dengannya.
Rasa cinta, takut, pengharapan, keridloan, kemarahan, pengagungan, dan kerendahan dirinya diperuntukkan kepada selain Allah.
Jika cinta, benci, memberi dan tidak memberi karena hawa nafsunya.
Hawa nafsunyalah yang paling dia utamakan dan paling dia cintai dibanding keriloan maulanya (Allah Ta’ala).
Maka jadilah hawa nafsu sebagai pimpinannya, syahwat sebagai penuntunnya, kebodohan sebagai pengemudinya dan lalai sebagai kendaraannya.
Sebagai hati yang disinari oleh cahaya ilmu dan disirami sejuknya ilmu, penyakit-penyakit yang berkarat di dalam hati akan terkikis dan sirna, jadilah hati tersebut bersih, sehat dan selamat.
Hati yang selamat adalah hati yang selamat dari setiap syahwat yang selalu menyelisihi perintah dan larangan Allah, selamat dari setiap syubhat (bid’ah) yang merancukan wawasannya,
selamat dari kesyirikan dan selamat dari berhukum kepada selain Rosul-Nya.
Dia selalu mengutamakan keridhoan-keridhoan Rabb-Nya dengan segala cara.
Rasa cinta, tawakal, taubat, takut, pengharapan dan amalannya ikhlas hanya untuk Allah.
Jika dia cinta, memberi dan tidak semuanya karena Allah Ta’ala. Seorang yang mempunyai hati inilah yang selamat pada hari kiamat.
Allah berfirman :
“Pada hari yang tidak bermanfaat harta tidak pla anak kecuali yang datang kepada Allah dengan hati yang selamat” (Q.S Asy-Syu’ara : 88 – 89).
(lihat Kitab Mawaridul Aman Al-Muntaqo min Ighotsatil Lahafan fi Mashoyidis Syaithon karya Al-Allamah Ibnu Qoyyim Al-Jauziah dengan tulisan Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid Hal 33 – 37).
Demikian keadaan hati yang tidak disinari dan hati yang selalu disinari dan disirami cahaya ilmu.
Jelaslah bahwa ilmu itu sebagai obat penyakit yang ada pada dada manusia.
Allah Ta’ala berfirman :
“Wahai manusia sesungguhnya telah datang kepada kalian, pelajaran dari Rabb kalian dan penyembuh bagi penyakit (yang ada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman.”(Q.S. Yunus : 57).
“Maka Mauidlah (pelajaran/ilmu) sebagai obat dari kebodohan dan penyelewengan hati.
Sesungguhnya kebodohan itu adalah penyakit, obatnya adalah bimibngan’. Demikian penafsiran al Allamah Ibnu Qoyyim Al Jauziyah Rahimahullah (lihat Kitab Mawarid hal 45).
Dengan ini wajib hukumnya bagi setiap muslim laki-laki atau perempuan, budak maupun orang merdeka untuk menuntut ilmu.
Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam, “Menuntut ilmu adalah wajib atas setiap muslim” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Ibnu Majah dan dihasankan oleh Imam Al-Mizzy).
Kemudian apa sebetulnya yang dimaksud dengan ilmu yang disebutkan dalam Al-Quran dan Hadits tentang keutamaan dan kedudukan orang yang mengilmuinya ?
Al Imam Ibnu Hajar Al-Atsqolani rahimahullah menafsirkan ayat yang dibawaka oleh Al-Imam Bukhori dalam shohihnya
“Bab Keutamaan Ilmu” : “Katakanlah (wahai Muhammad) Ya Rabbku tambahkanlah kepadaku ilmu” (QS Thoha : 114)
Beliau (Ibnu Hajar) berkata : “Ini dalil yang sangat jelas tentang keutamaan ilmu,
karena Allah tidak pernah menyuruh Nabi-Nya Shalallahu’alaihi wasallam untuk meminta tambhan kecuali tambahan ilmu.
Maksud ilmu tersebut adalah ilmu syar’I, yang berfaedah memberi pengetahuan apa yang wajib atas setiap mukallaf (muslim dan muslimah yang baligh) tentang perkara agama,ibadah dan muamalahnya.
Ilmu mempelajari tentang Allah dan sifat-sifatnya dan apa yang wajib dia lakukan dari perintah-Nya serta mensucikannya dari sifat-sifatnya dan apa yang tercela.
Poros dari semua itu adalah ilmu tafsir, ilmu Hadits dan ilmu Fiqh” (lihat Kitab Fathul Baari Syarah Shohih Bukhari 1/40).
Maka ilmu yang wajib kita pelajari adalah ilmu yang mempelajari tentang Allah, Rasul-Nya, Agama-Nya dengan dalil-dalil (lihat kitab Al-Ushuluts Tsalatsah karya Syaikhul Islam Muhammad Bin Abdul Wahab bin Sulaiman Bin Ali At-Tamimi Rahimahullah hal 1-3).
Belajar ilmu yang dimaksud di atas, harus bersumber dari Al-Quran dan Hadits sesuai dengan pemahaman Salaf (para Sahabat Nabi Shalallahu’alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik).
Sebagian Ahlul ilmu (para ulama) sepakat : “ilmu adalah firman Allah dan sabda Rasul-Nya serta perkataan para sahabat tiada keraguan padanya”
(lihat Bahjatunnadlirin syarah Riyadlusshalihin karya Syaikh Salim Bin ‘Ied Al-Hilali Juz 2 Hal 462).
Kesimpulan
Tuntutlah ilmu, maka sesungguhnya ilmu sebagai obat dari kebodohan dan penyelewengan hati.
Bersemangatlah, carilah dari ulama Ahlus Sunnah wal Jama'ah yang berpedoman kepada Al-Quran dan Al-Hadits dengan pemahaman salaf (para sahabat Rasulullah Shalallahu'alaihi wasallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik).
Dan hati-hatilah dari ahlul bid'ah yang memakai ro'yu (pikiran), qiyas (yang bathil), perasaan dan ta'wil dalam memahami/menafsirkan Al-Quran dan Al-Hadits (lihat Syarhus Sunnah dan muqodimah kitab shohih muslim).
Sebagaimana himbauan seorang ulama dari kalangan Tabi'in Muhammad bin Sirrin rahimahullah :
"Sesungguhnya ilmu itu adalah agama, maka lihatlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.
"(diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Muqodimah Kitab Shohihnya 1/14). Wallahu Ta'ala A'lam.
different side
mencoba melihat sisi sesemak dedaunan..Waktu duduk di atas rumput tertarik dengan gulma yang satu ini.jarang sekali orang melihat keapikaanya.Bunga ini lebih sering terinjak menjadi tak berguna
Labels
- awal (1)
Blog archive
Sample text
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
potret perjalanan
subhanallah..ini senja di ibukota waktu perjalanan pulang naik kereta.. kejadian ini langsung tersimpan apik di memory saat itu..dan ini hasil fotoku yang paling aku suka ^^..
Popular Posts
-
setiap orang adalah guru, setiap tempat adalah sekolah, setiap detik adalah kesempatan.
-
untuk mengakhiri nya dengan baik-baik saja, itulah tujuan lain yang tersembunyi dari kesempatan kedua.
-
Bismillah,.. Kejadian ini sudah lama kunanti.Sudah menjadi hal yang lumrah aku lakukan.Mengamati matahari terbit setiap detiknya sampai ...
-
Pengambilan artikel tersebut adalah melatar belakangi sebuah kebiasaan keluargaku. Sempat khawatir akan hal itu.Apa baik jika k...
-
Memposting artikel ini sebernanya tertarik juga dari judulnya.. Apakah kita termasuk di dalamnya???? Yuk,coba kita menelaah hasil pen...
-
Jangan menafsirkan judul terlalu dini! .. ndak baik. :) Ini bukan karena aku narsis,salah besar, tak pernah ada pemikiran untuk p...
-
Berita panas ini yang akhir minggu ini sedang apik di perbincangkan di sekolah SMAN 5 Malang.. hiyuh..berita ini secara cepat langsung m...
cicit cuit tentang aku
- uni
- malang, jawa timur
- aku salah satu pelajar dari berjuta dan mungkin milayaran di dunia.suka banget sama dunia photografi,dan hobi juga menjajaki alam di sekitar kotaku.beberapa temenku menilai aku punya gaya bicara tersendiri dan tingkah laku yang ndak bisa diam(bukan hiperaktif!) jadi,ada saja yang dilakukan.
Followers
Powered by WordPress
©
goresan pena - Designed by Matt, Blogger templates by Blog and Web.
Powered by Blogger.
Powered by Blogger.

0 komentar: